Masuk UB Cukup Rp 800 Ribu


Anda yang ingin studi di Universitas Brawijaya (UB) Malang kiranya bisa bernafas sedikit lega. Pasalnya sejak tahun ini kebijakan penetapan Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP) dan Sumbangan Pengembangan Fasilitas Pendidikan (SPFP) dengan sistem proporsional diberlakukan mulai semester satu. Sebelumnya SPP dan SPFP proporsional baru diberlakukan pada semester dua.
Bahkan untuk masuk universitas plat merah ini, mahasiswa bisa membayar hanya Rp 800 ribu. Tidak menutup kemungkinan, SPP bisa gratis.
‘’Kebijakan ini jelas akan menguntungkan masyarakat. Yang tidak mampu dan lolos seleksi bisa tetap masuk UB. Mereka tak perlu repot utang kesana kemari,’’ ungkap Rektor UB, Prof Dr Ir Yogi Sugito kepada Malang Post.
Itu artinya, kalau tahun lalu untuk masuk UB harus menyiapkan dana minimal Rp 10 juta, tahun ini masuk UB bisa hanya berbekal Rp 800 ribu saja.
Kalau pendaftar memilih Fakultas Ilmu Budaya (FIB), maka biaya tertinggi yang dibayarkan saat masuk sekitar Rp 8,5 juta. Di FIB pada setiap program studinya biaya SPFP tertinggi sebesar Rp 6 juta dan SPP tertinggi Rp 2,3 juta.
Sementara jika pendaftar masuk kategori tidak mampu, hanya membayar Rp 800 ribu saja diawal masuk. Sebab biaya SPFP kategori terendahnya ditetapkan sebesar Rp 800 ribu dan SPP nol rupiah.
Contoh lainnya di Fakultas Hukum (FH), SPP ditetapkan dalam tujuh level. Level pertama Rp 2,5 juta dan sampai level terendah atau level tujuh sebesar nol rupiah alias gratis.
Untuk SPFP ditetapkan level pertama Rp 8,5 juta dan seterusnya, sampai level tujuh hanya membayar Rp 1,250 juta. Bagi yang tidak mampu dan masuk level tujuh maka biaya masuk FH tahun ini hanya Rp 1,250 juta saja.
Contoh lain di fakultas lain misalnya Fakultas Ekonomi (FE), SPP ditetapkan dilevel satu Rp 2,4 juta dan jika masuk level tujuh, SPP bisa gratis. Besaran SPFP nya dilevel satu Rp 17,5 juta, level dua Rp 14 juta dan level tujuh Rp 1 juta. Artinya jika pendaftar masuk kategori tidak mampu hanya dikenakan biaya Rp 1 juta saja untuk masuk ke FE UB.
Di fakultas yang paling favorit yaitu Fakultas Kedokteran (FK), biaya studi tertinggi yang ditetapkan tahun ini untuk SPP sebesar Rp 3 juta dan untuk SPFP sebesar Rp 39,5 juta.
Sementara kategori terendah yaitu di level tujuh untuk SPP sebesar nol rupiah dan SPFP sebesar Rp 2,5 juta. Ditambah biaya DBP Rp 1,5 juta. Artinya jika tidak mampu dan lolos seleksi FK hanya dikenakan biaya Rp 4 juta saja.
‘’Tidak ada pungutan satu rupiah pun kecuali yang sudah ditetapkan di tujuh level tersebut,’’ tandasnya.
UB akan menurunkan tim untuk mendata kemampuan mahasiswa baru ini. Walau rumit dan membutuhkan waktu ekstra, namun tetap akan dilakukan di awal tahun.
Ada tujuh level pembayaran yang disiapkan UB sesuai dengan kemampuan orang tua. Patokan utama penentuan biaya ini adalah pada profesi pekerjaan orang tua dan pengeluarannya setiap bulan.
‘’PNS golongan III misalnya akan bisa memperkirakan di golongan berapa ia akan ditarik biaya sesuai dengan fakultasnya,’’ bebernya.
Menurut Yogi, data pengeluaran orang tua menjadi patokan penting untuk menentukan kemampuan mahasiswa baru. Dengan data itu bisa dilihat bagaimana gaya hidup dan kehidupan sehari-hari. Jika berkaca pada pemasukan saja menurutnya tidak akan cukup valid untuk melihat kemampuan orang tua.
‘’Jadi tidak ada alasan tidak bisa kuliah di UB karena biaya, sebab yang tidak mampu akan mendapatkan keringanan sesuai kemampuannya,’’ pungkasnya.

source: Malang-post

0 komentar:

Poskan Komentar