Gambaran Umum Kota Batu

Kota Batu merupakan salah satu kota yang baru terbentuk pada tahun 2001 sebagai pecahan dari Kabupaten Malang. Sebelumnya wilayah kota batu merupakan bagian dari Sub Satuan Wilayah Pengembangan 1 (SSWP 1) Malang Utara. Kota ini sedang mempersiapkan diri untuk mampu melakukan perencanaan, pelaksanaan serta mengevaluasian proyek-proyek pembangunan secara mandiri sehingga masyarakat di wilayah ini semakin rneningkat kesejahterannya

Geografis dan Administrasi
Secara geografis, Kota Batu terletak pada posisi 122o17’-122057’Bujur Timur dan 7044’-8026’Lintang Selatan, dengan luas wilayah 19.908,72 Ha atau 0,42% dari luas total JawaTimur. Bentang wilayahnya berupa bukit, gunung, jurang terjal dan daerah daratan dengan batas wilayah sebagai berikut :
 Sebelah Utara : KabupatenMojokertodanKabupatenPasuruan
 SebelahTimur : Kabupaten Malang
 Sebelah Selatan : KabupatenBlitardanKabupaten Malang
 Sebelah Barat : Kabupaten Malang
Secara administratif, Kota Batu dibagi menjadi 3 ( tiga ) Kecamatan yaitu Kecamatan Batu, Kecamatan Junrejo dan Kecamatan Bumiaji yang terinci 20 Desa, 4 Kelurahan, 226 RW dan 1.059 RT. Dari wilayah seluas 19.908,72 Ha tersebut, Kecamatan Batu memiliki luas 4.545,81 Ha, Kecamatan Junrejo seluas 2.565,02 Ha dan Kecamatan Bumiaji seluas 12.797,89 Ha.



Topografi
Keadaan topografi Kota Batu memiliki dua karasteristik yang berbeda. Karakteristik pertama yaitu bagian sebelah utara dan barat yang merupakan daerah ketinggian yang bergelombang dan berbukit. Sedangkan karakteristik kedua, yaitu daerah timur dan selatan merupakan daerah yang relatif datar meskipun berada pada ketinggian 800 - 3000m dari permukaan laut.

Klimatologi
Keadaan Klimotografi Kota Batu memmiliki suhu minimum 24 - 18?C dan suhu maksimum 32 - 28?C dengan kelembaban udara sekitar 75 - 98% dan curah hujan rata-rata 875 - 3000 mm per tahun. Karena keadaan tersebut, Kota Batu sangat cocok untuk pengembangan berbagai komoditi tanaman sub tropis pada tanaman holtikultura dan ternak.

Geologi
Struktur tanah di Batu merupakan wilayah yang subur untuk pertanian, karena jenis tanahnya merupakan endapan dari sederetan gunung yang mengelilingi Kota Batu. Jenis tanah yang berada di kota Batu sebagian besar merupakan andosol, selanjutnya secara berurutan kambisol, latosol dan aluvial. Tanahnya berupa tanah mekanis yang banyak mengandung mineral yang berasal dari ledakan gunung berapi, sifat tanah semacam ini mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi.

Hidrologi
Ketersediaan air hujan dapat dihitung dari ketersediaan air sungai berdasarkan curah hujan. Ketersediaan air sungai diperoleh dari 5 sungai yang keseluruhanya bermuara pada Sungai Brantas. Ketersediaan sumber - sumber mata air yang cukup potensial, baik dikomsumsi oleh masyarakat Kota batu sendiri maupun wilayah sekitar seperti Malang.

0 komentar:

Poskan Komentar